Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Lahir dari Orang Tua Buta Huruf Di Bone, Hamdan Juhannis Jadi Rektor UIN Alauddin Makassar

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:35 WITA | 0 Shares Last Updated 2019-07-23T11:35:54Z
Profesor Hamdan Juhannis

BONE TERKINI, JAKARTA - Penulis buku Melawan Takdir,  Hamdan Juhannis, kembali menunjukkan eksistensinya.

BACA JUGA: 4 Tips Sukses Membangun Bisnis Online

Putra asli Mallari, kecamatan Awangpone, kabupaten Bone itu dilantik menjadi Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Periode 2019-2023, Selasa 23 Juli 2019 oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Pelantikan tersebut diketahui lewat ucapan selamat untuk Prof Hamdan yang ditulis di beranda Facebooknya.

"Selamat atas pelantikan Bapak Prof. H. Hamdan Juhannis, MA, Ph.D sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2019-2023. Semoga beliau sehat slalu dan sukses mengemban amanah mulia ini. Amin." Tulis Fais Satria Negara.

BACA JUGA: Bangunan Nyaris Ambruk, Sekolah Dasar di Bone Butuh Perhatian Pemerintah


"Selamat dan Sukses kepada  Bapak  Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. atas Pelantikan sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar  Periode 2019-2023 oleh
Bapak Menteri Agama RI di Jakarta." Tambah Wahid Al Mubarraq Hamka.

Ini bukan kali pertama nama Prof Hamdan Juhannis melambung. Ia diketahui pernah dinobatkan sebagai Profesor termuda yang ada di Indonesia Timur.

BACA JUGA: Siap Jadi Universitas, STKIP Muhammadiyah Bone Buka Lowongan Pekerjaan

"Nahkoda Baru kampus UIN Alauddin Makassar. Berasal dari  pelosok desa dari keluarga yatim, orang tua buta huruf, namun dia mampu melajutkan kuliah s2 dan S3 di luar negeri. Dan meraih gelar Profesor termuda se Indonesia Timur. Dan kini Selasa, 23 Juli 2019 dilantik menjadi Rektor UIN Alauddin Makassar. Inikah yang disebut dengan MELAWAN TAKDIR? Selamat Pak Prof. H. Hamdan Juhannis, Ph.D.," Tulis Saddam Huzain.

Hingga kini, Prof Hamdan terus dihujani ucapan selamat. Prestasinya kali ini membuktikan istilah "Melawan Takdir" yang dipopulerkannya, tidaklah salah. Orang kampung pun bisa memiliki takdir untuk menjadi orang yang luar biasa.

×
Berita Terbaru Update