Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Menghadapi Bulan Suci Ramadhan Di Tengah Wabah COVID-19

Selasa, 21 April 2020 | 22:29 WITA | 0 Shares Last Updated 2020-04-22T04:22:28Z
tips menghadapi bulan suci ramdhan saat pandemi virus corona atau COVID-19


BONETERKINI.ID - Tak terasa Bulan Suci Ramadhan kurang dari sepekan akan menghampiri kita. Tetapi puasa kali ini akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya, ancaman dari virus corona (Covid-19) masih diperkirakan akan menghantui. Untuk menghadapi hal ini apa yang perlu kita siapkan ?

Ada beberapa anjuran dalam menghadapi puasa di tengah wabah virus corona COVID-19 yang diberikan oleh Dr. Tirta Prawita Sari ( Dokter Spesialis Gizi ), dia mengatakan asupan gizi bagi orang yang tengah menjalani ibadah puasa dalam keadaan adanya pandemi sama saja dengan anjuran gizi seimbang.

Jadi gini kalau sebelum pandemi sudah mengkomsumsi makanan gizi seimbang, maka pada saat pandemi juga makan gizi seimbang juga. Asupan gizi hanya dapat berubah ketika tubuh kita mendapat pemicu dali luar," terangnya.

Pemicu dari luar bisa berupa infeksi, luka, maupun virus corona COVID-19 maupun beberapa penyakit lainnya, jika tubuh kita sehat dan terhindar dari hal tersebut maka kebutuhan kita sama saja.

Tak ada anjuran khusus dalam menghadapi puasa tahun ini. hanya saja tetap menjaga tubuh agar tidak terinfeksi oleh virus apupun adalah langkah yang tepat untuk saat ini.

Kebersihan harus terjaga dengan baik, jangan keluar jika tak penting, ingat selalu cuci tangan, tidak usah ada yang berlebihan jika bebas dari pemicu luar, kalaupun ada pemicu barulah minum tambahan. Makan makanan sehat dan ikuti anjuran gizi seimbang.

Baca juga : Ramadan di Tengah Corona, Penjual Takjil di Bone Wajib Lakukan Hal Ini

Untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Perawatan (PDP) Dr.Tirta juga memberikan anjuran, menurutnya untuk ODP bisa puasa selama tidak memiliki gejala atau kebutuhan meminum obat secara rutin. Sedangkan bagi PDP disarankan untuk tidak berpuasa dikarenakan kebutuhan untuk asupan obat harus dikomsumsi secara teratur. Logikanya ketika ada obat yang diharuskan untuk diminum ya tidak puasa.

Hal serupa berlaku juga bagi orang yang mengidap penyakit komorbid, seperti diabetes dan jantung. Untuk asupan yang dibutuhkan tergantung dari penyakit yang diderita.

Bagi orang yang menderita komorbid lebih beresiko untuk terkena virus corona. Mereka harus menghindari, jangan sampai terinfeksi. Asupannya juga harus sesuai dengan anjuran dokter mengenai asupan apa saja yang harus dikurangi, jika dibutuhkan maka asupan gizi ditambah tetapi kalau tidak perlu bahkan pada orang yang menderita komorbidpun tidak dianjurkan.

Untuk asupan vitamin tidak diperlukan bagi yang memiliki pola makan yang seimbang dan sesuai gizi, tambahan multivitamin hanya dibutuhkan jika kebutuhan tubuh bertambah, kalau tidak yah untuk apa minum vitamin tambahan kan tidak ada gunanya,' terangnya

Dr.Tirta menitip pesan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang akan menjalani ibadah puasa di tengah wabah virus corona ini, untuk tetap mematuhi aturan dari pemerintah agar tetap berada di rumah.

Baca juga : Anda Menggunakan Masker? Efektifkah untuk Cegah Corona?

Jika kita sampai terserang infeksi, maka kebutuhan kita akan ikut bertambah lebih banyak. Silahkan makan yang seimbang, pastikan juga untuk tetap memperhatikan cairan pada saat sahur dan berbuka puasa. Vitamin hanya jika kita betul membutuhkannya,"jelasnya.



×
Berita Terbaru Update