Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sri Mulyani: Pemerintah Godok Rencana Beri Ponsel dan Pulsa untuk Pelajar, Ini Syaratnya

Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:15 WITA | 0 Shares Last Updated 2020-08-13T05:55:46Z
Sri Mulyani: Pemerintah Godok Rencana Beri Ponsel dan Pulsa untuk Pelajar, Ini Syaratnya


BONE, BONETERKINI.ID -  Pemerintah dikabarkan akan memberikan bantuan demi mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar para pelajar yang saat ini masih dilakukan secara online.

BACA JUGA: Pemerintah Beri Bantuan Rp2,4  Juta Demi Putar Ekonomi Pelaku Usaha Mikro

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berencana memberikan bantuan sosial atau bansos kepada para pelajar di Indonesia berupa handphone atau telepon seluler dan pulsa. 

Sri Mulyani mengungkapkan, aturan pemberian bantuan sosial berupa handphone dan pulsa ini tengah digodok pemerintah pusat. 

BACA JUGA: Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Resmi Ditunda

Namun demikian, dia memastikan, tak semua pelajar dari berbagai kalangan dan tingkatan akan mendapatkan stimulus bantuan tersebut dari pemerintah.

"Apakah karena tidak memiliki handphone atau tidak bisa membeli pulsa (jadi tak bisa belajar)? ini menjadi sebuah tantangan yang harus kita pecahkan," kata Sri Mulyani pada Selasa (11/8/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, pemberian bantuan handphone dan pulsa akan diberikan kepada para pelajar, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, bantuan handphone dan pulsa sangat dibutuhkan pada saat ini karena banyak pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Mereka pun selama ini kesulitan untuk mengakses pelajaran secara online karena keterbatasan yakni tidak memiliki handphone. 

Kalau pun memiliki telepon pintar, tak sedikit masyarakat yang tak mempunyai uang untuk membeli pulsa atau kuota internet.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah membicarakan hal tersebut dengan instansi terkait yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembahasan tersebut menyangkut rancangan stimulus pemberian bantuan untuk para pelajar, utamanya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Kami sedang pecahkan bersama, bagaimana caranya agar kami bisa membantu," ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, sebelumnya mempersilakan kepada pihak sekolah untuk memanfaatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk keperluan lain.

Misalnya, untuk membiayai pembelian pulsa atau kuota internet untuk para guru dan murid demi kelangsungan kegiatan belajar secara online.

Kebijakan yang diputuskan oleh Nadiem Makarim terkait dana bos tersebut sifatnya fleksibel karena adanya pandemi Covid-19.

"Jadi, dana BOS itu 100 persen fleksibel. Bisa digunakan untuk membayar kuota, data, atau pulsa para guru dan murid,” ujar Nadiem.

×
Berita Terbaru Update