Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional digelar Maret-Agustus 2021

Selasa, 17 November 2020 | 10:21 WITA | 0 Shares Last Updated 2020-11-17T02:42:35Z
Hapus UN, Asesmen Nasional digelar Maret-Agustus 2021
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 



JAKARTA, BONETERKINI.ID - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan asesmen nasional pengganti Ujian Nasional (UN) bakal digelar Maret-April dan Agustus 2021. 


"Kami rencana SMP, SMA dan Paket A, B, C sebelum puasa, Maret-April 2021," Ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno.


Sementara pelaksanakan untuk Sekolah Dasar (SD) rencananya akan digelar pada bulan Agustus 2021.


Menurutnya untuk SMP, SMA, dan SMK laporan hasil asesmen nasional pengganti UN akan disampaikan kepada sekolah dan pemerintah daerah pada Juli 2021. Sedangkan untuk SD akan dilaporkan Oktober mendatang.


Selain itu untuk memastikan semua sekolah terakomodasi dalam melakukan asesmen nasional pengganti UN, pelaksanaan asesmen nasional itu bakal dibagi secara bergantian antar sekolah.


"Strategi yang nantinya dilakukan akan serupa dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bagi sekolah yang tak punya komputer, akan menumpang di tempat pendidikan lain," lanjutnya.


Selama menunggu proses pelaksanaan asesmen nasional itu, Totok mengatakan pihaknya akan membagikan 7.552 paket infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke 2.330 SD dan 5.222 SMP.


Kemudian 11.296 paket infrastruktur TIK yang bakal diberikan ke 11.296 satuan pendidikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.


Selain itu nantinya sekolah akan menerima 15 laptop, satu konektor, satu wireless router, dan satu proyektor. Paket ini, katanya, bisa digunakan di luar pelaksanaan asesmen nasional.


Asesmen nasional sendiri bakal digelar dua hari dengan tiga jenis pengujian, yakni Asesmen Kompetensi Minimum berupa tes literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.


Adapun konsep pengujian asesmen nasional pengganti UN ini menggunakan metode random sampling dengan jumlah peserta 45 siswa per sekolah di pendidikan menengah dan 35 siswa di pendidikan dasar.


×
Berita Terbaru Update