Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Bone Terkini

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat

Sabtu, 20 Februari 2021 | 07:30 WITA | 0 Shares Last Updated 2021-02-20T11:41:18Z
5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Foto: Istimewa


BONE TERKINI, BONE - Perkembangan teknologi hingga kemajuan zaman membuat beberapa kebiasaan yang menjadi ciri khas bangsa punah sedikit demi sedikit. Perbandingan kebiasaan tersebut terlihat dari permainan anak-anak di tahun 90-an dan saat ini.


Padahal permainan tradisional di Indonesia sangat beragam. Bahkan setiap permainan selalu menyenangkan dan berisi kegiatan yang menunjang kemampuan dan kecerdasan anak. Misalnya saja permainan Madanda' yang melatih kecerdasan motorik dan keseimbangan badan. 


Permainan-permainan itu telah tergantikan oleh sebuah gadget yang merenggut hampir seluruh waktu anak-anak untuk lebih banyak berkegiatan di luar rumah. 


Berikut ini beberapa permainan masa kecil orang-orang Bugis Bone yang sudah jarang dimainkan:


1. Madanda' atau Engklek

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Madanda'

Madanda' merupakan permainan tradisional bugis yang cukup digemari oleh anak-anak. Selain seru permainan ini mempunyai manfaat yang besar karena mampu membantu anak untuk berkonsetrasi, melatih kekuatan anggota tubuh seperti tangan dan kaki.


Terdapat beberapa jenis petak yang biasa digunakan untuk bermain Danda', seperti bentuk huruf L, kipas angin, robot, lemari hingga berbentuk gunung.


Cara memainkan permainan ini yaitu setiap pemain akan melemparkan batu atau keramik ke kotak yang paling dekat.


Lalu, pemain harus melewati petak tersebut dan tidak boleh menginjak batu yang telah dilemparnya.


Setelah itu pemain kembali ke garis awal dan mengambil batu tersebut, lalu melanjutkan melempar ke kotak berikutnya.


2. Maccukke

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Maccukke

Jenis permainan anak Bugis Bone lainnya yang sudah jarang ditemui yakni Maccukke. Para pemain akan mengungkit "Cukke" tanah dengan menggunakan sepotong kayu atau rotan.


Maccukke ini dimainkan secara berkelompok, yaitu satu kelompok dua orang atau lebih dan umumnya dimainkan laki-laki. Untuk alat pengungkitnya disebutnya indo cukke atau pattette. Sementara alat yang diungkit disebutnya anak cukke.


Kemudian area permaianannya dilakukan di tempat atau lokasi yang bersih (tidak berumput untuk area membuat lubang tempat mengungkit dan area yang luas.


Terdapat beberapa aturan seperti kelompok yang melakukan pengungkitan dan kelompok penjaga berhasil menangkap anak cukke dan saat melempar indo cukke berhasil kena, maka kelompok penjaga akan mendapat poin sesuai aturan yang disepakati.


3. Mabbinta' atau Lompat Tali

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Mabbinta

Lompat Tali merupakan permainan anak yang sudah jarang dimainkan di Bone. Meski begitu permainan ini pernah menjadi permainan yang paling digemari orang-orang Bugis di masa silam.


Biasanya permainan tradisional ini menggunakan karet yang disambung satu persatu hingga panjang atau menggunakan tali.


Permainan ini dimainkan secara kelompok dan membutuhkan dua orang lebih untuk memegang tali dan memainkannya.


Hal yang dilakukan untuk bermain lompat tali adalah pertama tali ditaruh dari paling bawah, kemudian pemain lainnya akan lompat melewati tali itu dan seterusnya hingga tali sampai di atas kepala.


Selain menyenangkan tentunya permainan lompat tali karet ini mampu membantu menguatkan organ-organ tubuh anak, seperti tangan dan kaki. 


4. Ma' Bom atau Boi-Boian

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Permainan Bom/Boi

Permainan Ma' Bom atau Boi-boian dilakukan dengan cara melempar lempengan (biasanya pecahan lempengan genteng atau tempurung kelapa "Capeng") dengan menggunakan bola kecil. 


Jika lemparan itu membuat tumpukan roboh, maka penjaga harus mengambil bola dan melemparnya ke pemain lawan.


Meski terlihat mudah, permainan ini memerlukan konsentrasi sebab pemain harus melempar dan mengenai target termasuk lempengan atau lawan, kadang angin juga berpengaruh pada gagal dan berhasilnya lemparan.


5. Mappagoli atau Bermain Kelereng

5 Permainan Masa Kecil di Bone yang Sudah Jarang Terlihat
Main kelereng

Permainan ini merupakan permainan tradisional yang dulu sangat populer di kalangan anak laki-laki. Permainan ini dilakukan dengan meletakkan beberapa butir kelereng dalam lingkaran. 


Lalu semua anak berdiri dengan jarak satu meter dari lingkaran tersebut atau berada di belakang sebuah garis, kemudian secara bergantian harus menyentil sebutir kelereng lainnya agar kumpulan kelereng di lingkaran, keluar.


Anak yang kelerengnya paling jauh dari lingkaran akan bermain lebih dulu dan memakai kelereng yang ada di luar lingkaran sebagai penyerang untuk memukul kelereng lain yang masih ada di dalam lingkaran. 


Jika berhasil, pemain akan mengambil dan boleh menyimpan kelereng yang berhasil disentilnya.


×
Berita Terbaru Update