Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Bone Terkini

Keluar dari Islam, Pria di Maros Bikin Aliran Bernama 'Tilaco'

Jumat, 21 Mei 2021 | 18:30 WITA | 0 Shares Last Updated 2021-05-21T10:30:07Z
Keluar dari Islam, Pria di Maros Ingin Bikin Aliran Bernama 'Tilaco'
Ilustrasi.


BONE TERKINI, BONE - Seorang pria di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, membuat warga geger setelah ia berniat membuat aliran kepercayaan baru yang ia sebut Tilaco.


Namanya A Sulaiman (39). Tak lama ini, ia mengajukan surat permintaan kepada pemerintah agar menyetujui permintaan dirinya untuk membuat aliran kepercayaan baru tersebut.


Surat penyampaian pria tersebut tersebar lantas viral di media sosial. Suratnya pun bahkan kini telah sampai ke tangan Bupati Maros sejak Senin, 17 Mei 2021.


Tak hanya Bupati Maros, Sulaiman juga mengalamatkan suratnya untuk Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.


Menurutnya, aliran Tilaco yang ia hendak buat itu sama sekali tidak bertentangan dengan Falsafah Pancasila yang berketuhanan yang maha ESA, dan toleransi bagi semua warga Indonesia atas Bhineka Tunggal Ika. Sehingga, dia berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan petunjuk terkait langkahnya tersebut.


“Oleh karena itu, sebagai warga negara memohon petunjuk resmi dari pemerintah NKRI dalam hal ini kekuasan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Tanpa ada paksaan dari orang lain, ini merupakan inisiatif sendiri sebagai salah satu warga NKRI,” tulis Sulaiman dalam suratnya.


Namun belakangan diketahui, Sulaiman ternyata mengidap gangguan jiwa dan sementara tinggal di rumah singgah Kabupaten Maros. Diungkapkan Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon.


“Sudah kami telusuri, dia tinggal di rumah singgah Maros. Dugaannya, dia depresi,” kata Musa, Jumat 21 Mei 2021.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros, Sulawesi Selatan, Syamsu Khalik menganggap ajaran Tilaco itu keluar dari rukun Islam dan Iman.


"Saya belum mendalami. Tapi yang jelasnya kalau ajarannya itu keluar dari rukun Islam dan Iman jelas sudah tidak benar," katanya.


×
Berita Terbaru Update