Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Bone Terkini

Survei P2G: Mayoritas Orangtua Siswa Setuju Sekolah Tatap Muka Terbatas

Minggu, 11 Juli 2021 | 21:19 WITA | 0 Shares Last Updated 2021-07-11T13:19:00Z
Survei P2G: Mayoritas Orangtua Siswa Setuju Sekolah Tatap Muka Terbatas
Sekolah Tatap Muka sebelum pandemik COVID-19


BONETERKINI.ID - Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri menyebutkan mayoritas orang tua siwa menyetujui dimulainya Sekolah Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022.


Hal itu sesuai dengan survei yang dilakukan P2M terdapat 43,9 persen orang tua yang memberikan persetujuan belajar tatap muka dimulai. Sementara 32,2 persen orang tua menyatakan ragu-ragu dan 23,9 persen tidak setuju.


"Mayoritas orang tua memang setuju akan dimulainya pembelajaran tatap muka," ujar Iman saat memaparkan hasil Survei Nasional Sikap Orang Tua Terhadap Vaksinasi Anak dan Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021, Minggu (11/7/2021).


Sementara untuk alasan 41,3 persen orangtua yang setuju dilakukan sekolah tatap muka itu karena menganggap anaknya bosan atau jenuh dirumah. Kemudian 24,7 persen menyebut anak hanya bermain game, 21,2 persen beralasan sinyal internet susah sekali di daerahnya, 9,3 persen karena orang tua tidak memiiki kompetensi pengajaran.


"Sisanya alasan lain-lain seperti pada PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) umumnya guru hanya memberi tugas saja. Jadi orang tua yang setuju mayoritas memberi alasan psikologis (anak)," ujar Iman.


Adapun survei ini dilaksanakan selama 3 hari mulai 5 Juli-8 Juli 2021. Sebanyak 9.287 orang tua siswa dari jenjang pendidikan SD/MI-SMP/MTs-SMA/SMK/MA di 168 kota/kabupaten dan 34 provinsi di Indonesia menjadi responden.


"Anak dari responden bersekolah di SD 12,9 persen, MI 5,7 persen, SMP 20,8 persen, MTs 7,3 persen, SMA 42,5 persen, Madrasah Aliyah 1,8 persen, dan SMK 8,9 persen," ujar Iman.


Sementara untuk alasan 75 persen orang tua yang ragu-ragu atau tidak setuju sekolah tatap muka karena kasus COVID-19 semakin meningkat dan kemudian 21,4 persen siswa belum tuntas divaksinasi.


"Ada pula yang menyatakan sekolah berada di zona merah atau oranye, lalu sekolah belum memenuhi fasilitas pendukung protokol kesehatan, dan guru belum tuntas divaksinasi," ujar Iman.


×
Berita Terbaru Update