Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Bone Terkini

Dukung PTM, PT SJAM Salurkan Alat Cek Suhu Tubuh dan Hand Sanitizer ke Sekolah-sekolah

Rabu, 08 Desember 2021 | 11:58 WITA | 0 Shares Last Updated 2021-12-08T03:58:29Z
Dukung PTM, PT SJAM Salurkan Alat Cek Suhu Tubuh dan Hand Sanitizer ke Sekolah-sekolah
Dukung PTM, PT SJAM Salurkan Alat Cek Suhu Tubuh dan Hand Sanitizer ke Sekolah-sekolah

MAKASSAR, BONETERKINI.ID - Di awal Bulan Oktober lalu, 59 sekolah menengah atas (SMA) se-Kota Makassar sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini pertama dilakukan sejak Pandemi melanda Indonesia pada awal tahun 2020 lalu.


Ternyata hal tersebut menjadi perhatian khusus dari PT. Suracojaya Abadimotor Main dealer Yamaha Area Sulselbar.


PT. SJAM menyalurkan alat cek suhu tubuh serta hand sanitizer ke sekolah menengah atas yang berada di wilayah Makassar, Maros dan Gowa.


“Sebagai bentuk dukungan kami telah menyebarkan alat cek suhu tubuh, hand sanitizer dan informasi yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus covid 19,” ujar Manager Promosi PT. SJAM Sintya.


Ia mengatakan pihaknya akan terus mendukung proses belajar mengajar di sekolah khususnya SMA.

“Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam mempertahankan keutuhan bangsa. Oleh karena itu pembelajaran tatap muka ini akan kami dukung, karena berkaitan dengan generasi penerus bangsa,” ujar Sintya.


PT. SJAM telah rutin mengadakan kegiatan Corporate Social Responcibilty (CSR) yang berkaitan dengan Pendidikan.


“Ini bukan kali pertama kami melakukan kegiatan sosial di sekolah. Sebelum Pandemi kita selalu mengadakan pelatihan kepada siswa siswi SMK otomotif dan juga melakukan pelatihan safety riding,” ungkapnya.


“Tentunya juga kami berharap pandemi ini segera berakhir dan proses belajar mengajar normal seperti dulu bisa dilakukan lagi,” imbuhnya.


Sekadar diketahui, sekolah tatap muka ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak, mengecek suhu tubuh, dan penggunaan hand sanitizer secara rutin. Selain itu, jumlah peserta didik dibatasi hanya 50 persen


×
Berita Terbaru Update