Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Bone Terkini

Luhut Minta Perkantoran Kembali Terapakan WFH Usai Kasus Omicron Meningkat

Senin, 17 Januari 2022 | 18:18 WITA | 0 Shares Last Updated 2022-01-17T10:18:48Z
Luhut Minta Perkantoran Kembali Terapakan WFH Usai Kasus Omicron Meningkat
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


BONETERKINI.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan untuk kembali bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama dua minggu ke depan.


Hal tersebut seiring dengan peningkatan kasus varian Omicron di Indonesia di mana saat ini sudah mencapai angka 1.054 kasus per hari yang didominasi wilayah Jawa dan Bali.


"Tapi kami mengimbau kalau di kantor tidak perlu 100 persen, ya tidak perlu 100 persen yang hadir. Jadi diatur saja, lihat situasinya apakah dibikin 75 persen untuk dua minggu ke depan," ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022) kemarin.


Luhut yang juga merupakan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali itu menghimbau setiap perusahaan bisa melakukan asesmen sesuai keadaannya masing-masing untuk menentukan kebijakan WFH.


"Kita serahkan pada pimpinan perusahaan untuk melakukan asesmen sendiri. Saya mengimbau opsi tersebut bisa diambil. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menjaga kasus tetap terkendali," lanjutnya.


Selain meminta WFH, Luhut juga meminta agar masyarakat maupun pegawai pemerintahan untuk tidak liburan ke luar negeri kecuali untuk urusan penting selama tiga minggu ke depan.


Sementara itu, pemerintah akan kembali memperketat persyaratan masuk ke tempat publik dengan syarat harus telah menerima vaksinasi dosis lengkap.


"Tidak ada salahnya kita mulai membatasi dan menahan mobilitas ke luar rumah serta aktivitas berkumpul yang tidak perlu. Kalau tidak perlu kumpul-kumpul, tidak usah kita kumpul," bebernya.


Luhut menuturkan bahwa keputusan itu dilakukan untuk mengikuti perkembangan kasus Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat.


"Langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama menekan laju penyebaran kasus. Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap itu juga jadi masalah," tutup Luhut.


×
Pasang Iklan? Hubungi Kami