Scroll ke bawah untuk melihat konten
Bisnis

Tarif Baru Penyeberangan Bajoe – Kolaka Naik 5 Persen, Ini Rinciannya

2764
×

Tarif Baru Penyeberangan Bajoe – Kolaka Naik 5 Persen, Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan penyeberangan Bajoe di Kabupaten Bone
Pelabuhan penyeberangan Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

BONE TERKINI Harga tiket penyeberangan kapal ferry dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara, maupun sebaliknya Kolaka-Bajoe bakal naik sekitar 5 persen. Kenaikan tarif tersebut akan berlaku 3 Agustus 2023.

Hal ini mengacu kepada telah disahkannya Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 61 Tahun 2023 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara.

Penyesuaian besaran tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas antarprovinsi atau lintas antarnegara dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan, keselamatan dan keamanan pelayaran, kelangsungan industri angkutan penyeberangan dan juga peningkatan daya saing dengan moda lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin.

Menurutnya, Mulai 3 Agustus 2023, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menerapkan penyesuaian tarif baru di 29 lintasan penyeberangan di seluruh Indonesia.

“Sejalan dengan penyesuaian tarif ini, ASDP terus mengupakan untuk terus memberikan pelayanan dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Bagi ASDP sendiri, tentu diharapkan operasional dan keberlanjutan bisnis Badan Usaha Angkutan Penyeberangan dan Pelabuhan berjalan stabil dan menjadi penyemangat ASDP untuk terus menghadirkan pelayanan prima bagi pengguna jasa,” tutur Shelvy.

Adapun, kata dia penyesuaian tarif akan resmi diberlakukan pada 3 Agustus 2023 di 29 lintasan penyeberangan yakni, Merak – Bakauheni, Ketapang-Lembar, Jangkar-Lembar, Jangkar-Kupang, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Surabaya-Lembar, Kendal-Kumai, Sape-Waikelo, Sape-Labuan Bajo, Sape-Waingapu, Tanjung Api Api-Tanjung Kalian, Batam-Kuala Tungkal, Batam-Mengkapan, Batam-Sei Selari, Karimun-Mengkapan, Karimun-Sei Selari, Mengkapan-Tanjung Pinang, Dumai-Malaka, Dabo-Kuala Tungkal, Bajoe-Kolaka, Balikpapan-Taipa, Balikpapan-Mamuju, Bitung-Ternate, Bira-Sikeli, Bitung-Tobelo, Pagimana-Gorontalo, Siwa-Lasusua, dan Batulicin – Garongkong.

Baca Juga:  4 Tips Sukses Membangun Bisnis Online

Sejumlah faktor yang mendorong penyesuaian tarif antara lain adalah kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM), kenaikan Upah Minimum Kota (UMK), inflasi, serta kenaikan kurs dollar yang berdampak pada biaya perawatan dan perbaikan kapal.

Komponen-komponen tersebut berdampak pada peningkatan biaya layanan penyeberangan kapal, termasuk yang dikelola ASDP. Komponen energi salah satunya berkontribusi cukup dominan yakni sekitar 40-50 % terhadap biaya operasional.

Selain itu, penyesuaian tarif tersebut merupakan upaya untuk memenuhi standar pelayanan minimum.

“ASDP terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, kenaikan tarif tersebut tidak lain dilakukan juga untuk menunjang standar pelayanan minimum agar masyarakat dapat menyeberang dengan aman, nyaman dan selamat,” ujarnya.

Adapun besaran penyesuaian tarif angkutan secara nasional hingga sebesar 5 persen.

Untuk tarif penyeberangan di lintas Bajoe – Kolaka atau sebaliknya mengalami kenaikan sekitar 5,5 persen.

Adapun rincian kenaikan tarif penyeberangan Bajoe – Kolaka yang baru dapat dilihat pada daftar berikut:

Tarif penumpang

• Dewasa yang semula Rp 105.600 menjadi Rp 111.400
• Bayi yang semula Rp 10.400 menjadi Rp 11.300

Tarif kendaraan

• Golongan I yang semula Rp 137.300 menjadi Rp 144.300,

Baca Juga:  7 Ide Bisnis Untuk Pemula yang Cocok untuk Dicoba di Bone

• Golongan II yang semula Rp 290.000 menjadi Rp 306.100,

• Golongan III yang semula Rp 494.400 menjadi Rp 519.200,

• Golongan IV A yang semula Rp 1.832.000 menjadi Rp 1.926.600,

• Golongan IV B dari Rp 1.765.000 menjadi Rp 1.857.000,

• Golongan V A yang semula Rp 3.411.900 menjadi Rp 3.585.700,

• Golongan V B berubah dari Rp 2.996.400 menjadi Rp 3.152.500,

• Golongan VI A dari Rp 5.742.300 menjadi Rp 6.030.600,

• Golongan VI B dari Rp 4.760.000 menjadi Rp 5.007.500,

• Golongan VII dari Rp 5.903.500 menjadi Rp 6.216.800,

• Golongan VIII dari Rp 8.288.100 menjadi Rp 8.727.700,

• Golongan IX dari Rp 12.078.300 menjadi Rp 12.711.800.

“Pemerintah berharap penyesuaian tarif ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali. BPTD juga diharapkan dapat melakukan pengawasan sosialisasi pada wilayah kerja masing-masing,” ujar Bambang Siswoyo, Plt. Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan saat pelaksanaan sosialisasi KM 61 Tahun 2023 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten pada Jumat (21/7).

Peningkatan Pelayanan Dermaga Eksekutif

Penyesuaian tarif tentunya akan berbanding lurus dengan pelayanan. Artinya, dengan adanya penyesuaian tarif, maka ASDP akan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memenuhi standar pelayanan minimum.

Jauh sebelum penyesuaian tarif kelas ekonomi dilakukan, ASDP juga terus mengupayakan peningkatan pelayanan penyeberangan dan pelabuhan.