Scroll ke bawah untuk melihat konten
BoneBudaya

Profesor Asal Korea Selatan Kepincut Gua Purba Uhallie di Bontocani Bone

2718
×

Profesor Asal Korea Selatan Kepincut Gua Purba Uhallie di Bontocani Bone

Sebarkan artikel ini
Profesor Asal Korea Selatan Kepincut Gua Purba Uhallie di Bontocani Bone
Profesor Jongsoo Ho asal Korea Selatan saat melakukan ekspolrasi di dalam Gua Uhallie Bontocani.

BONE TERKINI – Profesor Jongsoo Ho dari Shujitsu University sepertinya jatuh cinta dengan Gua Purba Uhallie yang ada di Dusun KalukkuE, Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, 1 Agustus 2023.

Untuk yang kedua kalinya, Profesor Jongsoo Ho mendatangi gua prasejarah tersebut. Meski harus melewati medan berat dan jauh, tak menyurutkan semangat sang profesor untuk menuju ke Gua Uhallie.

Dikatakan Awaluddin, penduduk desa Langi Kecamatan Bontocani yang pertama kali menemukan gua tersebut di tahun 2019 silam, jika Profesor Jongsoo Ho sudah pernah berkunjung sebelumnya di tahun 2020. Kunjungannya saat itu, menurut Awal, profesor hanya ditemani oleh seorang mahasiswanya.

“Profesor Jongsoo Ho kunjungan pertamanya di 17 February 2020. Jadi, kemarin untuk kedua kalinya Profesor Jongsoo Ho dari Shujitsu University dan timnya yang baru pertama kali kesini dia bersama Direktur Museum Jeongok Korea Selatan Lee Han Young dan beberapa Profesor beserta tim kreator Media Sains dari Korea Selatan mengunjungi Gua Uhallie Desa Langi Kecamatan Bontocani.”

Diungkapkan Awal, Profesor Jongsoo jatuh cinta dengan Gua Uhallie karena memiliki gambar purbakala terbaik di antara yang pernah ditemukan di dunia.

“Profesor Jongsoo Sering bercerita bahwa Gua Uhallie adalah salah satu gua dengan gambar terbaik yang pernah dibuat di dunia ini sehingga beberapa peneliti dan Media Sains Korea Selatan sangat tertarik untuk datang ke gua Uhallie.”

Tak hanya kagum dengan keindahan gambar di gua prasejarah Uhallie itu, profesor juga kepincut dengan Nasu Likku yang dihidangkan untuk dimakan bersama di dalam gua.

“Kami akan kesini lagi dan akan membawa teman teman yang lain, kami sangat suka dengan suasana dan keramahan warga desa Langi juga menu makanan yang Ada.” Ujar Profesor.

Kedatangan Profesor Jongsoo bersama tim kali ini dalam rangka pembuatan video sains terkait Gua Uhallie yang akan diputar di stasiun TV Korea.

“Rencana kegiatannnya ini untuk pembuatan Vidio sains kerja sama dengan museum Jeongok Korea Selatan untuk dipromosikan di beberapa stasiun televisi Korea.” Kata Awal.

Kendati demikian, Awal sempat menyampaikan permintaan maafnya kepada profesor dan tim terkait kondisi tangga di mulut gua yang sudah rusak. Dia pun berharap pemerintah bisa memperbaiki dan menggantinya dengan tangga yang lebih layak.

Baca Juga:  Yuk Intip Pesona Leang Uhallie, Gua dengan Lukisan Purbakala di Bontocani Bone

“Itu tanggax kalau bisa di anggarkan karena kasian bisa membahayakan keselamatan pengunjung apalagi kalau WNA bisa jadi persoalan yang memalukan bagi pemerintah terkait keselamatan wisatawan apalagi peneliti peneliti. Itu tangganya sudah lebih 10 tahun, itu terus padahal oran dari luar datang mempromosikan kita tanpa kita undang.” Harapnya.

Sekilas tentang Gua Uhallie

Gua Uhallie atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Gua Wali” pertama kali ditemukan pada tahun 2009 oleh Awaluddin salah seorang penduduk desa Langi Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone. Beliau kemudian melaporkan penemuannya ke Jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin dan juga ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar. Tindak lanjut atas laporan tersebut baru dimulai pada tahun 2013 dengan dilakukannya survei oleh tim BPCB Makassar.

Di dalam Gua Purba Uhallie Bontocani di temukan fosil manusia purba dan lukisan pada goa yang merupakan peninggalan zaman mesolitik, yaitu masa manusia sudah mengenal hidup menetap di gua-gua. Menurut cerita rakyat penduduk desa Langi khususnya dari mereka yang dituakan, bahwa di goa ini pernah tinggal suku manusia kerdil (suku oni).

Cerita mengenai keberadaan orang- orang kerdil yang hidup di Gua Uhallie di tengah hutan desa Langi ini masih simpang siur. Sebagian warga yang bermukim di daerah tersebut menjuluki mereka sebagai makhluk setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih kecil.

Gua Purba Uhallie dahulu merupakan tempat persembunyian masyarakat setempat dari pemberontak DI/TII yang bergejolak di Sulawesi Selatan. Masyarakat mengungsi untuk mencari tempat aman, bahkan hingga keperbukitan dan gua.

Di mana lokasi Gua Purba Uhallie?

Profesor Jongsoo Ho rela menyeberangi sungai demi bisa sampai di lokasi Leang Uhallie

Secara administratif Gua Purba Uhallie masuk dalam wilayah Dusun KalukkuE, Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Dusun Kalukkue berada pada posisi astronomis 05°01’2,38” lintang selatan dan 199°58’7,42” bujur timur pada ketinggian sekitar 621 meter di atas permukaan laut. Gua Uhallie berada di daerah perbukitan karst dan terletak di tengah hutan sebelah timur Desa Langi.

Baca Juga:  Kapal Terbakar di Pelabuhan 77 Kajuara, ABK Nyaris Terbakar

Dari Desa Langi dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan untuk menuju gua, perjalanan diawali dengan menyeberangi sungai. Aliran sungai ini cukup deras dan tidak memiliki jembatan penyeberangan. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri ladang-ladang persawahan dan dilanjutkan dengan menanjak bukit yang cukup terjal.

Apa yang ada di dalam Gua Uhallie?

Gambar beberapa anoa tampak pada dinding Goa Uhallie

Gua Purba Uhallie di Bontocani memiliki gambar berupa motif tangan yang berjumlah 139 buah dan tujuh motif hewan yang tersebar pada dinding dan langit-langit gua. Dinding barat ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 200 cm dan memiliki enam motif tangan dan satu motif hewan, kemudian di dinding utara ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 100 cm dan memiliki gambar cadas berupa 32 motif tangan dan dua motif hewan, dan di dinding utara Ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 90 cm dan memiliki gambar cadas berupa motif tangan sebanyak 20 motif dan motif hewan sebanyak dua motif.

Dinding timur Ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 110 memiliki gambar cadas berupa motif tangan sebanyak 38 motif dan satu motif hewan, kemudian dinding timur ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 115 cm dan memiliki gambar cadas berupa motif tangan sebanyak 20 motif tangan dan satu motif hewan, di dinding selatan Ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 342 cm yang memiliki gambar cadas sebanyak satu motif tangan, di langit-langit utara ruang 1 dengan ketinggian rata-rata 200 cm yang memiliki gambar cadas sebanyak tiga motif tangan, dan yang terakhir adalah terletak di langit-langit tengah ruang 2 yang mempunyai ketinggian rata-rata 450 cm dari permukaan tanah dan memiliki 18 motif tangan. Batas langsung Goa Uhallie di sebelah barat hutan micho, Bulu Mappakae di sebelah selatan, Hutan kompang di bagian timur dan di bagian barat adalah hutan tulakke.